Archive for tentang kanker

Lelaki Bisa Tularkan Kanker Leher Rahim

Jakarta, Sinar Harapan
Meski kanker leher rahim merupakan penyakit perempuan, ternyata kaum lelaki memiliki peran cukup besar dalam penyebarannya. Lelaki yang pernah menikah dengan perempuan penderita kanker leher rahim otomatis bisa menularkan penyakit tersebut kepada perempuan lain melalui hubungan seksual. Demikian fakta yang dikemukakan Bambang Dwipoyono, spesialis ginekolog dari Divisi Ginekologi Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) di Jakarta, awal pekan ini.
Kanker leher rahim yang disebabkan oleh virus papiloma ini masih menjadi momok mengerikan di kalangan kaum Hawa. Berdasar data Departemen Kesehatan (Depkes), di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 200.000 kasus kanker leher rahim. Memang tidak semua kanker berakibat kematian, namun setidaknya kanker ini menurunkan kualitas hidup manusia, khususnya perempuan.
”Banyak perempuan yang seharusnya masih bisa berkarier, berguna bagi keluarga, negara dan bangsa tapi kehilangan harapan hidup begitu mengidap kanker ini,” ujar Bambang yang alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.
Yang unik, kendati penyakit ini spesifik milik perempuan, ternyata kaum lelaki justru berperan sangat besar dalam penularannya. Lelaki yang suka berganti-ganti pasangan, berisiko besar menularkan virus papiloma dari pasangannya yang menderita kanker leher rahim. Menurut Bambang, kontribusi kaum lelaki adalah multiple partner-nya sendiri. Seringkali penyakit kelamin seperti gonorhea dan herpes turut ditularkan. Maka disarankan pada kaum lelaki yang suka ”jajan” agar berhati-hati, sebab bukan tidak mungkin ia menjadi media perantara penyakit kanker leher rahim ke istrinya sendiri.
Kanker ini biasanya ditandai dengan gejala keputihan, pendarahan setelah sanggama, dan keluarnya cairan encer dari vagina. Jika kondisi ini dibiarkan maka pendarahan semakin banyak, bahkan bisa terjadi pendarahan spontan.

Pap Smear
Selain berisiko pada mereka yang suka berganti pasangan, kanker leher rahim juga berpotensi diderita oleh perempuan yang menikah di usia muda. Pasalnya, mulut rahim di usia belia ini belum terlalu kuat untuk mengalami trauma hubungan seks. Kondisi lemah ini membuat mulut rahim rentan terhadap serangan virus yang paling ringan sekalipun. Bambang memaparkan, ada peningkatan dua kali lipat jumlah penderita kanker leher rahim pada perempuan yang memulai hubungan seks sebelum usia 16 tahun dibanding dengan yang berhubungan seks di atas usia 20 tahun.
Kiat menangkal penyakit mengerikan ini sebenarnya cukup mudah, yakni dengan rajin mendiagnosa diri. Makin dini kanker ini diketahui keberadaannya, makin mudah pula mengobatinya. Hindari berganti-ganti pasangan partner seks, jangan berhubungan seks terlalu dini, kurangi merokok, juga banyak mengonsumsi vitamin penangkal kanker seperti vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan tubuh.
Yang terpenting adalah rajin-rajinlah melakukan pap smear begitu seorang perempuan sudah mulai aktif berhubungan seks. ”Tes pap smear ini merupakan pemeriksaan sitologi dengan tingkat sensitivitas yang cukup baik dan tergolong murah. Deteksi kanker rahim bisa dimulai dari sini,” ujar Bambang. Terbukti tes ini cukup efektif menurunkan angka kejadian dan kematian yang diakibatkan kanker mulut rahim. Biaya tes pap smear Rp125.000. Ini tergolong ringan ketimbang seorang perempuan harus menjalani pelbagai prosedur pengobatan pada taraf kanker yang parah. Konon menurut Bambang pada taraf kanker parah biayanya bisa 25 kali lipat.(mer)

Leave a comment »

Human Papilloma Virus, Penyebab Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak pengidapnya di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan negara kedua di dunia –setelah Cina– yang memiliki pengidap kanker leher rahim terbanyak. Padahal kanker yang sering disebut kanker mulut rahim ini termasuk kanker yang mudah dideteksi secara dini dan bisa dicegah/diobati sebelum berkembang lebih lanjut.

Hampir semua (99%) kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Infeksi human papilloma virus adalah sesuatu yang sangat mudah terjadi. Diperkirakan tiga per empat dari jumlah orang yang pernah melakukan hubungan seks, laki-laki maupun perempuan, mengalaminya.

Tidak beda dengan flu, kebanyakan infeksi HPV dapat sembuh sendiri, sehingga penderita tidak pernah menyadarinya. Hanya sebagian kecil infeksi HPV yang menjadi infeksi menahun, kemudian berkembang menjadi kanker.

Hmm… sepertinya menarik juga kalau kita kenalan dengan si human papilloma virus ini Smile

Kutil

Anda pernah melihat kutil kan? Bintil-bintil di kulit yang bentuknya menggelembung seperti bunga kol? Itu salah satu “jejak” serangan human papilloma virus (papilloma = bintil/kutil). Virus human papilloma jenisnya lebih dari 100 macam, yang masing-masing diberi nomor untuk membedakan jenis satu dengan jenis lainnya. 60 jenis di antaranya menyebabkan kutil-kutil kulit yang tidak berbahaya. Sisanya merupakan HPV tipe mukosal, yaitu hanya menyerang selaput-selaput lendir seperti yang terdapat pada mulut, kerongkongan, ujung penis, vagina, leher rahim, dan dubur. Tipe mukosal disebut juga HPV genital, karena yang paling sering diserang adalah area kelamin. Ada yang menimbulkan kutil di vagina atau penis, yang lazim disebut dengan penyakit “jengger ayam”, yaitu HPV tipe 6 dan 11, tetapi ini tidak akan menjadi kanker.

Yang dapat menyebabkan kanker adalah HPV genital tipe 16, 18, 31, 35, 39, 45, 51, 52, dan 58. Lebih dari 70% kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain menyebabkan kanker leher rahim, HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, vagina, vulva, penis, bahkan kanker kerongkongan.

Virus ini menular terutama melalui hubungan seks, termasuk anal sex, oral sex, dan hand sex. Sebagian besar di antaranya terinfeksi pada umur 15-30 tahun, yakni dalam kurun waktu empat tahun setelah melakukan hubungan seks yang pertama. Orang yang terinfeksi HPV genital biasanya tidak tahu dia terinfeksi, karena infeksi ini tidak menimbulkan gejala sama sekali (kecuali yang menimbulkan “jengger ayam”), dan sistem kekebalan tubuh segera menyerang supaya virus ini mati atau lemah –sehingga tidak aktif.

lesi pra kanker

Lesi pra kanker leher rahim

Sampai sekarang infeksi human papilloma virus belum dapat diobati, tetapi sistem pertahanan tubuh yang baik dapat menyembuhkan 90% di antaranya dalam waktu 2 tahun. Sisanya tetap aktif, atau ada tetapi tidak aktif. Virus yang tidak aktif ini masih dapat menular ke orang lain, sewaktu-waktu aktif lagi (kalau daya tahan tubuh menurun), atau mengubah sel leher rahim menjadi sel pra kanker, yang bertahun-tahun kemudian dapat menjadi kanker.

Vaksinasi

Cara terbaik untuk mencegah infeksi human papilloma virus (juga untuk mencegah serangan segala macam virus lainnya) adalah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar dengan pola hidup seimbang: cegah stres, hindari polusi, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, cukup olahraga, cukup istirahat. Klasik ya? Tapi memang itulah yang terbaik.

Infeksi HPV juga dapat dicegah dengan vaksinasi, dan akibat yang ditimbulkannya (kutil, lesi pra kanker, maupun kanker stadium dini) dapat mudah dideteksi dan diobati. Vaksin yang tiga kali disuntikkan di lengan ini mampu melindungi kita dari empat tipe HPV penyebab kanker dan “jengger ayam”, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18, selama empat tahun. Sebaiknya vaksinasi diberikan kepada para gadis yang belum pernah melakukan aktivitas seksual. Orang yang sudah pernah melakukan aktivitas seksual kemungkinan besar sudah pernah terinfeksi HPV. Jika yang menginfeksinya bukan virus tipe 6, 11, 16, dan 18, maka vaksinasi ini masih ada gunanya.

Walaupun sudah menjalani vaksinasi, wanita yang sudah melakukan aktivitas seksual seyogyanya melakukan pemeriksaan pap smear berkala secara rutin. Pemeriksaan ini mudah, murah, dan efektif untuk mendeteksi adanya sel abnormal akibat HPV, misalnya lesi pra kanker maupun kanker stadium dini. Kanker leher rahim yang ditemukan pada stadium dini lebih mudah disembuhkan.

Leave a comment »